Wednesday, July 11, 2012

Book Review: Sashenka

My rating: 5 of 5 stars

Apa yang ada dibenak Anda ketika mendengar kata revolusi? Politik, perjuangan, pertumpahan darah, kudeta, kekuasaan? Mungkin itulah sebagian kata-kata yang terlintas dalam pikiran kita. Namun, jika Anda pernah membaca Sashenka, fiksi sejarah buah pena sejarawan berbakat Simon Montefiore (dikenal juga dengan nama lengkap Simon Sebag Montefiore untuk buku-buku nonfiksinya), mungkin Anda akan menambahkan kata cinta, intrik, dan pengorbanan dalam daftar makna revolusi tadi. Saya percaya, di balik semua peristiwa sejarah, ada kisah-kisah menarik yang tersimpan secara rapi, bahkan mungkin agak bersifat pribadi. Salah satunya, kisah Sashenka, seorang pejuang Bolshevik Rusia yang ditulis oleh Montefiore ini.

Ditulis dengan memadukan unsur kreatif pembuatan novel dan penelitian historiografi, Montefiore dengan cerdas menyajikan lembar demi lembar perjalanan hidup Sashenka. Novel ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah kisah Sashenka yang berlatar St. Petersburg tahun 1916. Sashenka adalah putri pasangan pebisnis militer berdarah Yahudi, Samuil Zeitlin, dengan seorang wanita desa yang kemudian menjadi pesolek aristokrat, Ariadna. Pernikahan Zeitlin dan Ariadna terasa hambar dan hampir tidak ada cinta di dalamnya. Zeitlin sibuk menjadi penjilat keluarga Tsar. Memang, pada masa kekaisaran di Rusia, Yahudi menduduki strata sosial yang kurang menguntungkan, terbuang, dan tercela. Hanya mereka yang dianggap "bermanfaat" oleh Tsar saja yang dapat hidup sejahtera. Sementara itu, Ariadna memilih untuk menjadi kucing-kucing peliharaan bangsawan dan kerabat Tsar, termasuk Grigori Rasputin yang tampil sebagai cameo dalam novel ini. Hidup Ariadna hanya berkutat seputar kegiatan sosialita malam dan pemuasan nafsu para bangsawan semata, ia sama sekali tidak menyayangi Sashenka dan hanya menumpang hidup dan status sosial pada Zeitlin.

Ditengah keluarga tidak harmonis itu, Sashenka menjelma menjadi seorang gadis menawan, cerdas, dan memiliki hati yang jauh lebih bersih ketimbang kedua orang tuanya. Itu semua berkat jasa pengasuhnya, Lala, seorang wanita mandiri dari Inggris yang bernama asli Audrey Lewis. Montefiore menceritakan hubungan Sashenka dengan pengasuhnya ini sangat emosional, bahkan Lala dikatakan sebagai "ibu sejati" bagi Sashenka. Sifat Sashenka yang berbeda dari orang tuanya ini dijadikan kesempatan bagi Mendel Barmakid, yang tak lain adalah pamannya atau adik dari Ariadna, untuk dijadikan penjuang Bolshevik dan mendukung gerakan subversif untuk menggencarkan revolusi Rusia. Setelah mendapatkan berbagai bekal ilmu dan sedikit kemampuan fisik, Sashenka secara resmi menjadi kamerad Bolshevik dengan nama sandi Rubah Salju. Di tengah perjuangannya sebagai Bolshevik, ia ditugasi menjadi agen ganda untuk kepolisian Tsar dan terlibat affair dengan seorang polisi, Kapten Sagan.

Pada bagian kedua yang berlatar Moskow tahun 1939, diceritakan Sashenka telah hidup secara mapan sebagai seorang istri dari Vanya Palitsyn, anggota NKVD (polisi rahasia Uni Soviet pada era Stalin). Pada masa ini, Vanya dan Sashenka berhasil lolos dari masa-masa Great Terror, yang merupakan politik pembersihan partai komunis yang dilakukan Stalin. Vanya sendiri merupakan agen NKVD yang cakap dan disenangi Stalin, sedangkan Sashenka sukses menarik simpati sebagai wanita teladan Soviet dan membuat Stalin memiliki ketertarikan ke-bapak-an pada dirinya. Sashenka dan Vanya memiliki dua orang anak yang sangat mereka sayangi. Namun, akibat sebuah perselingkuhan Sashenka dengan seorang penulis amburadul bernama Benya Golden, seluruh hidup keluarga itu berubah 360 derajat. Secara dilematis dan tragis, keluarga itu tercerai berai dan hanya waktu yang dapat mempersatukan mereka kembali.

Pada bagian ketiga yang berlatar Kaukasus, Moskow, dan London pada tahun 1994, diceritakan Katinka Vinsky, seorang sejarawan jenius yang baru saja lulus, mendapatkan pekerjaan pertamanya yang unik dan menantang, namun penuh risiko. Ia ditugasi untuk melacak silsilah keluarga seoarang wanita kaya bernama Roza yang telah terpisah dari keluarga kandungnya. Sampai sini, Anda harus membaca sendiri bagaimana kelanjutan ceritanya, karena pada bagian inilah semuanya akan bermuara (dan bagian ini pula yang menjadi favorit saya).

Ketika membaca Sashenka bagian pertama, pembaca akan diajak mengenal dan merasakan secara mendetail bagaimana kehidupan bangsawan pada masa Tsar di Rusia. Montefiore secara apik menggambarkan para aristokrat Rusia yang sebagian besar bersifat selicik dan selicin ular serta jaringan korup yang melingkupinya. Pada bagian pertama pula, pembaca seolah dapat merasakan dan melihat sendiri bagaimana aktivitas kaum Bolshevik dan teori Marxis yang mereka agung-agungkan itu. Pada bagian pertama pula, pembaca seolah dapat merasakan dan melihat sendiri bagaimana aktivitas kaum Bolshevik dan teori Marxis yang mereka agung-agungkan itu. Selain itu, Montefiore juga mendeskripsikan bagaimana kehidupan para wanita pengasuh anak-anak keluarga kaya. Mereka adalah wanita-wanita besi dan berhati emas yang cakap dan pandai mengurus rumah tangga. Hal ini memang sesuai dengan kenyataan hidup pada masa itu. Selain dalam novel Sashenka, keberadaan para pengasuh wanita di Rusia juga dapat Anda baca dalam Anna Karenina (Leo Tolstoy).

Sedangkan pada bagian kedua, pembaca diajak untuk menyelami kehidupan rumah tangga Sashenka yang sangat tidak bahagia. Apa yang dulu dikutuk dan dijauhi Sashenka, yaitu kehidupan keluarganya yang berantakan, justru terjadi pada dirinya sendiri. Ia, seorang Bolshevik setia sejak usia 16 tahun terjerembab dalam kolam penistaan bernama perselingkuhan yang kemuidan menyeret anak-anak tercita serta suaminya ke dalam lubang hitam kepemimpinan Stalin. Saya pribadi merinding membaca bagian kedua ini dan membayangkan kerasnya kehidupan Uni Soviet era Stalin.

Akhirnya pada bagian ketiga, Montefiore sangat terlihat jelas menunjukkan keahliannya sebagai seorang sejarawan andal. Di sini, ia merefleksikan dirinya dalam tokoh Katinka Vinsky yang berjuang sangat keras untuk mengungkap sejarah keluarga kliennya. Pembaca akan mengikuti usaha Katinka untuk mengumpulkan arsip-arsip sejarah Uni Soviet, khususnya NKVD, dan menyusunnya menjadi penggalan-penggalan petunjuk. Dengan cermat, Montefiore membuat pembaca tidak bisa berhenti membuka lembar demi lembar bagian ini dan bahkan membuat pembaca ikut menyimpulkan atau menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Pada bagian tiga ini, Montefiore seperti ingin sedikit memacu adrenalin pembaca untuk mengikuti upaya Katinka, mulai dari meminta dokumen sejarah secara resmi hingga usaha penipuan yang berisiko dan politik uang yang kotor. Alhasil, di bagian pamungkas novel ini saya bukan seperti sedang membaca sebuah novel fiksi sejarah, melainkan mengikuti kisah mafia atau perampok seperti yang terdapat film Ocean Eleven.

Sashenka adalah tipe buku yang takkan pernah Anda sesali membaca (atau membelinya), sebab di dalamnya Anda akan menemukan kisah seorang wanita Rusia yang akan dikenang selalu, bukan hanya karena intrik cintanya, tetapi juga karena perannya sebagai seorang ibu...

Ada yang punya komentar?

No comments:

Post a Comment