Friday, January 25, 2013

End of Watch: Menyimak Seluk Beluk Kehidupan Polisi

Salah satu masalah yang paling banyak ditemukan dalam berkarir adalah kepuasan kerja. Kepuasan kerja menjadi krusial karena akan menentukan bagaimana performa dari pekerja yang bersangkutan. Jika seorang pekerja mulai merasa tidak bahagia atas apa yang ia kerjakan, hasil pekerjaannya akan cenderung menurun. Lalu apa yang memengaruhi kepuasan kerja? Hasil dari studi dan penelitian yang telah banyak dilakukan, menunjukkan bahwa pekerjaan yang memberikan kepuasan adalah pekerjaan yang secara mentalitas memberi tantangan, memberikan apresiasi terhadap prestasi, kondisi kerjanya menunjang bagi pekerja untuk menunjukkan performa yang baik, serta adanya rekan kerja yang mendukung. Di samping itu, dilansir dari situs careercast.com, ada pula hasil penelitian yang menyebutkan bahwa pekerjaan yang memberikan kepuasan adalah pekerjaan yang dapat menolong orang lain. Nah, salah satu pekerjaan yang tampaknya dapat memberikan kepuasan dan kebahagiaan bagi pekerjanya adalah polisi. Jika ingin megetahui bagaimana polisi bekerja, apa suka dan duka yang mereka alami, serta apakah menjadi polisi dapat memberikan kebahagiaan , Anda dapat menyimak End of Watch (2012).

End of Watch akan menunjukkan kepada penonton sepak terjang Brian Taylor (Jake Gyllenhaal) dan Mike Zavala (Michael Peña), dua polisi yang menjadi rekan baik dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi. Brian dan Mike adalah tipe polisi yang selalu menjalani pekerjaan mereka dengan serius tapi santai. Mereka selalu berhasil melumpuhkan aksi-aksi kriminal harian yang seperti tak ada habisnya di Los Angeles, mulai dari pengedar narkoba, kepemilikan senjata api ilegal, hingga permusuhan antara kelompok kulit hitam dengan hispanik. Aksi pengejaran penjahat, tembak-menembak, serta pembekukan menjadi makanan sehari-hari mereka berdua. Rasa gentar juga tak pernah menghampiri mereka. Tetapi, pekerjaan berat itu dilalui Brian dan Mike dengan santai, selalu ada canda tawa di tengah mereka setiap ada kesempatan. Meski tampak santai, Brian dan Mike adalah dua polisi yang terlatih dan selalu waspada, sehingga tak heran mereka termasuk dalam anggota yang berprestasi di korps LAPD. Brian sendiri memiliki kebiasaan unik, yaitu selalu mendokumentasikan setiap kegiatannya dengan handy-cam dengan alasan ia sedang mempersiapkan sebuah proyek film. Melalui rekaman kamera Brian inilah End of Watch digambarkan, mulai dari investigasi hingga aksi dan ucapan konyol mereka yang penuh dengan kata-kata kotor.

Aksi kriminal utama yang ingin ditonjolkan dalam End of Watch adalah aktivitas kartel narkoba sebuah gang Meksiko yang bernama Curbside, sekaligus permusuhan mereka dengan kelompok kulit hitam. Curbside adalah kartel narkoba besar yang anggotanya masih berasal dari satu kerabat, dan setiap aksi mereka juga dijadikan pembelajaran bagi anggota baru gang tersebut. Curbside memiliki jaringan bisnis narkoba yang cukup besar serta telah melakukan berbagai tindak kejahatan berta lainnya seperti penyiksaan, pembunuhan, dan mutilasi. Brian dan Mike secara perlahan-lahan mulai menemukan tindakan kejahatan mereka dalam patroli mereka sehari-hari. Penemuan-penemuan itu mengundang rasa penasaran mereka berdua, khususnya Brian yang selalu berani melintasi garis batas wewenangnya. Hasilnya, mereka semakin membuka aktivitas bawah tanah Curbside dan hal itu membuat gang Meksiko tersebut meradang. Sebuah strategi jebakan pun mulai dipersiapkan Curbside untuk menghabisi Brian dan Mike.

Dari awal, adegan pembuka End of Watch juga dibuat menarik dengan narasi yang mengguggah tentang siapa dan bagaimana cara polisi bekerja. Narasi itu seperti meletakkan dan mengingatkan kembali pada setiap penonton bahwa polisi adalah orang-orang yang konsisten dan konsekuen dengan pekerjaan mereka dan bagaimana keterikatan antara satu polisi dengan polisi lain. Sebuah introduksi yang mennggambarkan keseluruhan isi film: dua karakter polisi yang tak pernah gentar dan persahabatan antara mereka.

Sutradara sekaligus penulis naskah David Ayer (Street Kings, Training Day) menyajikan cukup banyak plot sampingan dari awal hingga pertengahan film berdurasi 109 menit ini. Secara keseluruhan, plot sampingan itu tampaknya bertujuan untuk menunjukkan kehidupan pribadi dan sifat Brian dan Mike kepada penonton. Misalnya, adegan penyelamatan korban kebakaran yang menunjukkan bagaimana pekerjaan mereka penuh dengan risiko tetapi mereka berdua berani menghadapinya meski mendapat reaksi ketakutan akan kehilangan dari orang-orang terdekat mereka. Kisah cinta Brian dengan Janet (Anna Kendrick) juga dijadikan pentunjuk kuatnya hubungan persaudaraan Brian dan Mike hingga mereka berdua bersedia melindungi keluarga rekannya masing-masing. Plot-plot itu memang efektif, proporsional, dan tepat sasaran, membuat ritme End of Watch lebih dinamis. Plot-plot itu menjadi intermezzo di tengah tegangnya penyelidikan Brian dan Mike terhadap aksi kriminal Curbside.

Plot utama investigasi gang Curbside juga selalu berhasil membuat penonton penasaran temuan apa lagi yang akan Brian dan Mike dapatkan. Dengan pengambilan gambar bergaya dokumenter, Ayer semakin berhasil menciptakan ketegangan di setiap ruangan yang dimasuki Brian dan Mike, setiap pintu yang merekka jebol, dan tentu setiap temuan yang mereka dapatkan, mulai dari kepala manusia, lumuran darah, hingga wajah-wajah lesu orang-orang yang disekap. Di beberapa bagian, penonton akan merasa seperti sedang bermain video game. Tetapi yang paling seru bagi saya adalah pada 20 menit terakhir saat Brian dan Mike dijebak dan dibombardir tanpa ampun. Kilatan dan suara letusan senjata api ikut meneror penonton, menjadikan 20 menit terakhir itu highlight dari End of Watch, terutama bagi Anda yang menyukai pakem klasik dari film-film dengan tokoh utama polisi. Ayer dan sinematografer Roman Vasyanov sukses menyuguhkan tampilan premium aksi perlawanan sebuah gang penjahat yang menghabisi dua polisi dengan persaudaraan yang erat. Di tangan sutradara lain, End of Watch bisa saja menjadi film buddy cop standar yang basi. Tapi di bawah arahan Ayer dengan sentuhan mockumentary-nya, genre buddy cop itu justru menjadi lebih segar dan "naik kelas". End Watch membuktikan kepada penonton bahwa kisah petualangan dan persahabatan dua polisi masih bisa dieksplor lebih jauh, lebih dari sekedar racikan adegan tembak-menembak, komedi, atau adegan kekerasan.

Gyllenhaal dan Peña menampilkan performa prima mereka di sini. Mulai dari chemistry brotherhood yang terjalin antara mereka sangat dirasakan oleh penonton. Mereka berbicara dan tertawa lepas layaknya dua sahabat yang telah biasa bekerja bersama dan mengenal satu sama lain. Kesan bad boy juga menjadikan penampilan mereka berdua semakin jempolan, khususnya untuk Gyllenhaal. Gyllenhaal dan Peña juga mampu menghidupkan karakter Brian dan Mike menjadi polisi yang menjalankan misi mereka dengan teguh, to serve and to protect. Aktor-aktor pendukung lain seperti Anna Kendrick, America Fererra sebagai Orozco, Frank Grillo yang menjadi Sarge juga semakin memperkuat kualitas End of Watch. Tak diragukan lagi, End of Watch adalah salah satu film persahabatan polisi terbaik, 4 out of 5 stars. Bagaimana menurut Anda, ada yang punya komentar?

Watch this if you liked:
Se7en (1995)

Director: David Fincher
Stars: Morgan Freeman, Brad Pitt, Kevin Spacey
Genre: Mystery, Thriller
Runtime: 127 minutes

The French Connection (1971)

Director: William Friedkin
Stars: Gene Hackman, Roy Scheider, Fernando Rey
Genre: Action, Thriller
Runtime: 104 minutes

No comments:

Post a Comment